Apakah Kita Punya Peluang Lolos Dalam Resesi

Apakah Kita Punya Peluang Lolos Dalam Resesi

Apakah Kita Punya Peluang Lolos Dalam Resesi

Apakah Kita Punya Peluang Lolos Dalam Resesi – Pandemik COVID-19 membuat perekonomian seluruh negara di dunia morat-marit. Beberapa negara telah merasakan dampak dari wabah tersebut. Singapura misalnya, negara tersebut baru saja mendeklarasikan bahwa perekonomiannya mengalami resesi setelah dua kuartal berturut-turut pertumbuhan ekonominya mengalami kontraksi.

Berkaca pada kondisi Negeri Singa, semua negara berpotensi besar mengalami resesi. Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Mampukah lolos dari jurang resesi?

“Tak ada.. tak ada.. Peluangnya dari mana?,” kata Ekonom CORE Indonesia Piter Abdullah,Kamis.

1. Bila Indonesia resesi, penyebabnya COVID-19

Piter menjelaskan, penyebab resesi suatu negara tidak bergantung pada satu negara lainnya. Apalagi, struktur ekonomi Indonesia tidak bergantung pada kontribusi ekspor terhadap negara lain.

“Jadi walau ekonomi global, Singapura misalnya resesi bukan berarti kita akan resesi. Tapi sekarang ini kondisinya adalah kita menghadapi wabah COVID-19,” jelas pria yang juga Dosen Perbanas Institute ini.

2. Sri Mulyani berharap pertumbuhan ekonomi di 2020 masih positif

Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap joker123 ekonomi Indonesia masih mampu tumbuh positif, setidaknya di kuartal III 2020. Apalagi, pemerintah mulai melakukan kebijakan new normal dalam menghidupkan kembali kegiatan ekonomi.

“Kita masih bisa berharap proyeksi ekonomi Indonesia bisa terjaga positif. Dua kali berturut-turut negatif bisa mengalami resesi,” ujarnya.

3. Resesi bukan sesuatu yang menakutkan

Namun demikian, Piter menegaskan bahwa resesi bukan hal yang menakutkan. Menurutnya, kondisi resesi mengancam seluruh negara di dunia yang terdampak COVID-19.

“Yang paling penting kita walaupun resesi kita masih bisa survive, masih bisa bertahan. Dunia usaha kita tidak collapse, kita tidak masuk ke jurang krisis itu yang penting. Jadi bukan sesuatu yang menghebohkan sekali,” tegas dia.

4. Resesi Indonesia di depan mata

Indonesia tidak bisa dipungkiri berada dalam bayang-bayang resesi. Kendati pertumbuhan ekonomi kuartal II belum diumumkan, namun banyak proyeksi dari lembaga keuangan internasional, bahkan dari pemerintah itu sendiri yang menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal tumbuh negatif.

Bila pada kuartal III 2020 realisasi pertumbuhan ekonomi kembali mengalami kontraksi, sudah dipastikan Tanah Air mengalami resesi.

“Kita sudah di depan mata resesi juga, tapi bukan karena Singapura juga. Kita resesi karena wabah COVID-19. Yang resesi kan Jepang, Amerika, semua negara resesi,” tutur dia.

Comments are closed.