Bank Sinarmas Dukung Program 10 Juta UMKM Go Digital

Bank Sinarmas Dukung Program 10 Juta UMKM Go Digital

Bank Sinarmas Dukung Program 10 Juta UMKM Go Digital

Bank Sinarmas Dukung Program 10 Juta UMKM Go Digital – Bank Sinarmas bekerja sama dengan perusahaan e-commerce untuk menyelenggarakan pelatihan dan sosialisasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Go Online.

Pelatihan diadakan dalam rangka menyukseskan program 10 juta UMKM Go Online dari Kementerian Koperasi dan UKM, sekaligus dan memasuki Era New Normal akibat pandemi Covid-19.

Kegiatan ini melibatkan sebagian nasabah Bank Sinarmas dari lingkup pelaku UMKM yang memiliki produk usaha siap jual dan dipasarkan melalui platform digital besutan Shopee.

Pelatihan ini mengedukasi pelaku UMKM di Jawa Tengah untuk bergabung dalam program UMKM Go Online untuk meningkatkan usaha secara online.

Sehingga omset atau pendapatan mereka tetap terjaga atau bahkan bertumbun di era new normal.

Penyelenggaraannya melalui webinar zoom menjangkau berbagai kota wilayah provinsi Jawa Tengah secara bertahap.

Antara lain Yogyakarta, Tegal, Semarang, Pekalongan, Kudus dan Purwokerto,” ungkap Micro and Small Business Group Head Bank Sinarmas Muktiono Wibowo dalam keterangannya.

Gunakan Aplikasi

Pelatihan dan sosialisasi yang dilakukan tim Shopee mengedukasi peserta mulai dari pengenalan dan penggunaan aplikasi, mengunggah produk mereka, hingga tips berjualan sukses di Shopee.

Tidak hanya sampai disitu, para peserta berkesempatan pula mengikuti program SOBAT UMKM SHOPEE dan Bimbel SHOPEE.

Untuk memuluskan transisi mereka yang sebelumnya berbisnis secara offline menuju online.

Para peserta sangat antusias sebagaimana terlihat dari ramainya sesi tanya jawab. Mereka mengatakan pandemi berarti zaman belanja dari rumah, dan barang datang sendiri.

Kemudian yang kedua, kata Teten, UMKM yang berhasil melakukan adaptasi dan inovasi produknya.

Pihaknya mencontohkan perajin batik yang di awal-awal tidak bisa menjual karena tidak ada permintaan, kemudian setelah melakukan inovasi baru bisa terjual.

“Yang kedua, UMKM yang juga berhasil melakukan adaptasi dan inovasi produk. Saya kira banyak pengusaha atau pengrajin batik yang di awal-awal tidak bisa jualan karena tidak ada permintaan.

Tapi begitu banting setir, memproduksi pakaian rumah, daster, celana pendek, pakaian olahraga, sarung, itu meningkat.

Sama juga dengan sektor makanan minuman. Kita misalnya banyak restoran tutup, kemudian mereka membuat produk setengah jadi, siap saji, itu laku luar biasa.

Comments are closed.