Barang yang Paling Banyak Dibeli Secara Online Selama Pandemik

Barang yang Paling Banyak Dibeli Secara Online Selama Pandemik

Barang yang Paling Banyak Dibeli Secara Online Selama Pandemik

Barang yang Paling Banyak Dibeli Secara Online Selama Pandemik – Platform pinjaman online, Kredivo mencatat, lebih dari 70 persen porsi transaksi Kredivo berasal dari e-commerce. Khususnya pada barang-barang kebutuhan pokok seperti makanan, pulsa atau voucher, home appliances, produk kesehatan dan kecantikan, serta produk penunjang hobi dan olahraga.

“Sebagai enabler bagi transaksi jumlah besar, produk cicilan e-commerce Kredivo telah banyak pengguna oleh konsumen. Pada sisi lain, kami terus mengedukasi konsumen untuk bijak dalam bertransaksi. Baik dalam jumlah maupun tujuan peminjaman yang harus sesuai dengan kebutuhan dan anggaran,” kata General Manager Kredivo Indonesia, Lily Suriani, dalam keterangannya.

1. Konsumen makin yakin bertransaksi dalam jumlah besar  e-commerce

Mengutip dari http://bellasbreakfastlunch.com/ Lily menjelaskan, rata-rata nilai transaksi  e-commerce dengan nominal yang besar. Meningkat dari tahun 2018 ke 2019  tiga belas kategori produk, seperti komputer dan aksesorisnya.

Pada sisi lain, tren kepercayaan pada transaksi online membuat anak muda mengalokasikan lebih banyak pendapatannya untuk belanja online.

“Riset yang sama juga menunjukkan konsumen dengan rentang usia 18-35 tahun mengalokasikan 4,7 – 5,1 persen dari pendapatannya untuk belanja online. Sementara itu, konsumen dengan usia atas 35 tahun membelanjakan 3,6 – 4,3 persen dari pendapatannya per bulan,” ujarnya.

2. Pandemik COVID-19 membuat perilaku belanja masyarakat bergeser ke online

Lily menjelaskan, pergeseran pola perilaku konsumen ke ranah online sebagai dampak dari pandemik COVID-19, bisa untuk pilihan kunci upaya pemulihan ekonomi nasional.

“Guna mendukung hal tersebut, metode pembayaran dalam belanja online yang praktis, aman, serta memberikan fleksibilitas pembayaran berkala punya peran penting,” tegasnya.

Apalagi, lanjut Lily, riset Facebook, Bain dan Company pada Juni 2020 menunjukkan. Sekitar 28 persen konsumen Asia Tenggara baru mencoba e-commerce dan pembayaran digital untuk pertama kalinya saat tengah pandemik.

3. Nilai peran fintech  penting untuk menjaga daya beli masyarakat

Lebih lanjut Lily menjelaskan, peran fintech dsaat tengah pandemik semakin penting, terlebih dalam turut menjaga daya beli masyarakat. Untuk itu, ia mengatakan, Kredivo akan terus berkomitmen mendukung pemulihan ekonomi nasional melalui berbagai inovasi yang mampu meningkatkan pertumbuhan transaksi  e-commerce.

“Kemudahan, keamanan, dan fleksibilitas pembayaran dengan fintech juga mampu meningkatkan kepercayaan konsumen Indonesia dalam berbelanja online,” jelasmya.

Comments are closed.