BUMN Ini Dapat Suntikan Dana

BUMN Ini Dapat Suntikan Dana

BUMN Ini Dapat Suntikan Dana

BUMN Ini Dapat Suntikan Dana, – Kementerian Keuangan akan menyalurkan bantuan pinjaman dan penyertaan modal pemerintah (PMN) baik dengan skema bantuan langsung (direct support) maupun indirect support atau tidak langsung dengan skema special mission vehicle (SMV).

Untuk kedua bantuan tersebut pemerintah menganggarkan Rp35,15 triliun yang akan turun selambatnya September 2020 seraya menunggu terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur mengenai pengucuran dana tersebut.

“PP sedang proses. Mungkin September bisa cairkan ke BUMN penerima PMN,” kata Direktur Kekayaan Negara Dipisahkan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Meirijal Nur dalam konferensi virtual, Jumat.

1. BUMN mana saja yang menerima bantuan?

Dalam pemaparannya, Meirijal memaparkan ada sembilan BUMN yang akan menerima PMN baik secara langsung maupun tidak.

Untuk BUMN yang akan menerima suntikan modal langsung senilai Rp15,5 triliun yaitu:

  • PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia yang memperoleh (Rp4 triliun)
  • PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau ITDC (Rp500 miliar)
  • PT Hutama Karya (Rp7,5 triliun)
  • PT Permodalan Nasional Madani atau PNM (Rp1,5 triliun).

Selanjutnya BUMN yang menerima indirect support atau tidak langsung dengan skema special mission vehicle (SMV) sebesar Rp19,65 triliun adalah :

  • PT KAI (Rp 3,5 triliun)
  • PT Garuda Indonesia (Rp8,5 triliun)
  • PT PTPN (Rp4 triliun)
  • Krakatau Steel (Rp3 triliun)
  • Perumnas (Rp650 miliar).

2. Alasan pemberian pinjaman langsung ke 4 BUMN

Meirijal memaparkan berbagai alasan pemberian bantuan ini. Misalnya Bahana sebagau penjaminan UMKM melalui Askrindo dan Jamkrindo, Hutama Karya karena saat ini, sedang bekerja untuk membangun jalan tol Trans Sumatera, dan PNM untuk pembiayaan usaha ultramikro dan ITDC untuk menggerakan pariwisata.

“ITDC di pariwisata yang dipetakan di dampak industri adalah industri yang merah, kena dampak besar. Sehingga kita putuskan perlu untuk berikan bantuan atau dukungan dalam bentuk PMN kepada ITDC yang kami harapkan bisa akselerasi sektor wisata pada wilayahnya,” kata Meirijal.

3. Pinjaman tidak langsung ke 5 BUMN sebesar Rp19,65 triliun

Selanjutnya untuk bantuan tidak langsung ke lima BUMN sebesar Rp19,65 triliun pemerintah karena sudah lokasikan pada APBN 2020 yang telah sesuai dengan pemulihan ekonomi nasional (PEN). Selain itu, karakteristik atau kebutuhan BUMN seperti pertimbangannya signifikasi dampak terhadap COVID-19, kapasitas permodalan, kondisi likuiditas, penggunaan dana, jangka waktu kebutuhan dan kepemilikan pemerintah.

“Kita berikan pinjaman ke Garuda, Perumnas dan lain-lain, meski dananya dari pemerintah tapi kita akan manfaatkan BUMN-nya Kemenkeu seperti PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI), PT Sarana Multigriya Finansial (PT SMF) untuk kelola dukungan tersebut,” kata Meirijal.

“Ini tentu akan menarik bagaimana BUMN tersebut dalam KemenBUMN dan Kemenkeu. Kami siapkan, pelajari tantangan dan mitigasinya. Mudah-mudahan bisa beri dampak ke BUMN agar program pemerintah bisa terwujud dan bantu masyarakat, khususnya dunia usaha,” lanjutnya.

Comments are closed.