Ekonomi Lebih Buruk Sebelum Corona

Ekonomi Lebih Buruk Sebelum Corona

Ekonomi Lebih Buruk Sebelum Corona

Ekonomi Lebih Buruk Sebelum Corona – Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyatakan mayoritas warga menganggap kondisi ekonomi rumah tangga saat ini jauh lebih buruk dibandingkan sebelum ada pandemi virus corona. Hal ini merupakan jawaban mayoritas responden atas survei yang dilakukan oleh SMRC pada 18-20 Juni 2020.

Direktur Komunikasi SMRC Ade Armando mengungkapkan 71 persen dari 1.978 responden menyatakan ekonomi rumah tangga memburuk akibat wabah corona. Hal ini terjadi seiring dengan kebijakan pemerintah mengenai pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk meminimalisir penularan virus corona.

“Yang mengatakan kondisi ekonomi rumah tangga sekarang lebih buruk dibandingkan dengan sebelum wabah sekitar 71 persen. Itu jauh lebih buruk dibandingkan dengan penilaian pada Maret 2020,” ucap Ade dalam video conference, Kamis.

Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mayoritas warga atau sekitar 71 persennya merasa kondisi ekonomi rumah tangganya. Sekarang lebih buruk atau jauh lebih buruk dibanding sebelum ada wabah pandemi covid-19.

Direktur Komunikasi SMRC Ade Armando, mengatakan survey melibatkan 1978 responden yang diwawancarai melalui telepon yang dipilih. Secara acak dari populasi warga negara Indonesia berusia 17 tahun ke atas pada Juni 2020.

Sementara, 19 persen responden merasa kondisi ekonomi rumah tangga sama saja dengan sebelum ada virus corona. Kemudian, sisanya 9 persen merasa ekonomi rumah tangga lebih baik sekarang dan 1 persen responden memilih tak menjawab.

Banyaknya responden yang merasa ekonominya. Saat ini jauh lebih buruk dari sebelum ada virus corona karena jumlah pendapatan yang dikantongi sekarang merosot. Hasil survei menunjukkan 76 persen responden merasa pendapatannya turun.

Banyak warga yang pesimistis bahwa situasi ekonomi rumah tangga akan membaik meski pandemi virus corona sudah berakhir. Survei SMRC mencatat 45 persen responden memprediksi kondisi ekonomi mereka justru kian memburuk atau tak ada perubahan setelah wabah berakhir.

Ade menyampaikan bahwa sekitar 76 persen responden mengaku pendapatan merosot setelah adanya wabah. Kemudian Penilaian atas kondisi ekonomi nasional juga sangat buruk. Sekitar 85 persen merasa keadaan ekonomi nasional sekarang lebih buruk dibanding tahun lalu.

Begitupun dengan sentimen negatif atas kondisi ekonomi nasional pada masa covid-19 adalah tertinggi sejak awal reformasi. Sentimen negatif paling tinggi mencapai 92 persen pada survei Mei 2020 lalu. Kendati begitu, warga secara umum masih kurang optimis melihat kondisi ekonomi rumah tangga dan nasional ke depan.

Namun demikian, dibanding temuan bulan lalu Mei 2020. Di mana yang merasa optimis dengan kondisi ekonomi nasional dan rumah tangga hanya 27-29 persen. Optimisme warga sekarang dalam melihat kondisi ekonomi ke depan terlihat sedikit menguat.

“Sekitar 46 persen responden menilai kondisi ekonomi rumah tangganya akan lebih baik setelah wabah virus corona berakhir,” terang Ade.

Ade menuturkan 23 persen responden merasa ekonomi rumah tangga akan semakin memburuk dalam satu tahun ke depan. Kemudian, 18 persen responden memprediksi kondisi ekonomi rumah tangga tak berubah. Dan 44 persen responden optimistis akan jauh lebih baik dalam satu tahun ke depan.

“Optimisme dengan ekonomi rumah tangga dan nasional masih belum tinggi,” imbuh Ade. Sementara itu, 85 persen responden menganggap kondisi ekonomi nasional saat ini jauh lebih buruk dibandingkan tahun lalu. Sentimen utamanya berasal dari pandemi virus corona.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *