Fakta Tentang Riset dan Bisnis Luar Angkasa

Fakta Tentang Riset dan Bisnis Luar Angkasa

Fakta Tentang Riset dan Bisnis Luar Angkasa

Maka yang berkaitan dengan riset, studi, penelitian, bahkan bisnis luar angkasa pastinya mampu menyedot perhatian dunia. Banyak yang menganggap bahwa riset sains tentang luar angkasa merupakan bukti kemajuan peradaban manusia. Namun sedikit pula yang mencibir bahwa riset tersebut hanya berujung pada bisnis yang malah menjadi sumber pemborosan uang negara. Terlepas dari itu semua, manusia sendiri sudah mulai meneliti objek-objek luar angkasa sejak ratusan tahun lalu. Fakta Tentang Riset dan Bisnis Luar Angkasa yang mampu menangkap gambar Bulan dan beberapa planet terdekat dengan Bumi Melansir dari https://103.152.118.252/.

Fakta Tentang Riset dan Bisnis Luar Angkasa - Fakta Tentang Riset dan Bisnis Luar Angkasa

Penemuan teleskop sebagai fondasi kemajuan sains astronomi

Menurut http://stof-dk.com/ teleskop adalah sebuah alat bantu yang menggunakan oleh ilmuwan untuk mengamati objek-objek ke luar angkasa. Maka Space, orang pertama yang mengajukan paten terhadap penemuan teleskop adalah Hans Lippershey, seorang ahli lensa dan pembuat kacamata asal Belanda. Teleskop sederhana buatannya mempunyai lensa okuler cekung yang sejajarkan dengan lensa objektif cembung. Galileo juga merupakan ilmuwan pertama yang mengamati objek luar angkasa menggunakan teleskop manual dari Bumi. Dengan teleskopnya, Galileo bisa mengamati kawah yang ada ke permukaan Bulan.

Kehadiran manusia ke luar angkasa untuk pertama kalinya

Bisa bilang bahwa peristiwa ini menjadi salah satu tonggak sejarah terpenting bagi dunia sains luar angkasa. Kala itu, Yuri Gagarin melakukan misi dengan wahana berkecepatan 27.400 km per jam. Uniknya, sistem pergerakan Vostok 1 pada saat berada ke orbit Bumi kendalikan oleh modul komputer yang transmisikan melalui gelombang radio. Perjalanan Gagarin ini membuktikan bahwa manusia bisa ke luar angkasa asalkan ada teknologi yang mendukungnya. Lewat peristiwa bersejarah itu pula, Presiden AS, JF Kennedy, makin bertekad untuk mengirimkan manusia ke luar angkasa.

Amerika membalas Uni Soviet dengan mengirimkan astronaut

Kala itu, ada tiga orang astronaut yang tugaskan oleh NASA untuk melakukan misi pendaratan Bulan. Mereka adalah Neil Armstrong, Buzz Aldrin, dan Michael Collins. Namun, hanya Neil Armstrong dan Buzz Aldrin yang menginjakkan kaki ke Bulan. Sementara, Michael Collins tetap berada wahana dan menjaganya agar tetap berada orbit Bulan.
Setelah peristiwa bersejarah tersebut sukses melakukan, NASA kembali mengirimkan beberapa misi ke Bulan. Total ada 24 Astronaut yang sudah melakukan misi ke Bulan dan 12 antaranya sukses menginjakkan kaki ke Bulan.

Teleskop Hubble dan ISS yang menjadi andalan

Seperti ulas dalam laman Europe Space Agency (ESA), teleskop luar angkasa Hubble meluncurkan untuk menjadi teleskop terbesar dan tercanggih hingga saat ini. Teleskop ini berfungsi untuk melihat peristiwa yang berkaitan dengan objek angkasa jauh, seperti galaksi, nebula, ledakan bintang, planet, bahkan pengembangan dari alam semesta. Sementara, Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pertama kali buat berupa gabungan dua buah wahana Soyuz milik Rusia. Konstruksi dan pembangunan ISS terus melakukan hingga bertahun-tahun setelahnya. Maka pada mulailah pengembangan ISS menjadi lebih besar dan bisa menampung pesawat luar angkasa milik NASA.

Maka Bisnis luar angkasa makin gemari

Setidaknya, ada lima perusahaan besar yang siap menjalankan pariwisata luar angkasa di masa mendatang. Mereka adalah Blue Origin, SpaceX, Bigelow Aerospace, Virgin Galactic, dan SpaceDev. Tak main-main, mereka bahkan telah menggelontorkan dana yang sangat besar untuk keperluan riset, penelitian, uji coba, dan asuransi perjalanan. Maka pada Blue Origin melalui wahana New Shepard sukses membawa Jeff Bezos dan beberapa orang lainnya ke luar angkasa. Blue Origin sendiri merupakan perusahaan milik Jeff Bezos dan rencananya akan menjalankan bisnis wisata luar angkasa yang cukup terjangkau ke masa depan.

Comments are closed.