Harga Emas Antam Tembus Sejuta Per Gram

Harga Emas Antam Tembus Sejuta Per Gram

Harga Emas Antam Tembus Sejuta Per Gram

Harga Emas Antam Tembus Sejuta Per Gram, – Harga emas produksi PT Aneka Tambang (Antam) kembali melonjak pada perdagangan pagi ini, Selasa. Emas Antam tembus Rp1.022.000 per gram atau naik Rp25 ribu per gram. Sementara, harga jual kembali (buyback) juga melonjak Rp23 ribu menjadi Rp919 ribu per gram.

Harga emas mencetak rekor tertinggi. Hal ini karena para investor mencari tempat yang aman di tengah ketidakpastian ekonomi akibat pandemi COVID-19.

Bahkan akhir Juli ini mencapai rekor tertinggi sejak 2011. Sepanjang 2020 ini harga emas dunia tercatat naik 27%. Akibat harga emas yang terus naik, harga perak juga merangkak naik bahkan tumbuh hingga 6% dibandingkan periode sebelumnya.

Head of Strategy Global Market AxiCorp Stephen Innes mengungkapkan emas adalah tempat yang aman atau safe haven.

Harga emas batangan Antam dalam pecahan lain

Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lain per hari ini:

Harga emas 0,5 gram: Rp541.000
Harga emas 1 gram: Rp1.022.000
Harga emas 2 gram: Rp1.984.000
Harga emas 3 gram: Rp2.951.000
Harga emas 5 gram: Rp4.890.000
Harga emas 10 gram: Rp9.715.000
Harga emas 25 gram: Rp24.162.000
Harga emas 50 gram: Rp48.245.000
Harga emas 100 gram: Rp96.412.000

Head of Strategy Market di FXTM Hussein Sayed mengungkapkan sebagian investor berekspektasi AS akan lebih lama mengendalikan masalah pandemi ini dibandingkan negara lain.

Selain AS, Spanyol juga mencatatkan lonjakan kasus COVID-19 gelombang kedua. Kemudian Inggris juga kembali memberlakukan karantina 14 hari untuk semua orang yang baru kembali dari negara tersebut. Investor mengaku khawatir dengan pembatasan ini karena akan berdampak lagi pada perekonomian.

Lonjakan kasus turut mempengaruhi lagi pemesanan jadwal penerbangan. CEO Ryanair Michael O’Leary menjelaskan saat ini maskapai mengharapkan bisa mengangkut 60% atau lebih sedikit penumpang selama satu tahun hingga April 2021.

“Tapi itu juga bergantung pada kondisi ada atau tidaknya gelombang kedua COVID-19 pada musim gugur dan musim dingin,” jelasnya.

Dalam sebuah laporan yang baru diterbitkan produk domestik bruto (PDB) Inggris akan mengalami kontraksi 11,5% pada 2020. Angka ini lebih buruk dibandingkan prediksi sebelumnya sebesar 8%. Gelombang kedua ini disebut akan membuat masalah ekonomi Eropa semakin memburuk.

Comments are closed.