Kejagung Usut Kerugian Negara Pada Kasus Impor Tekstil

Kejagung Usut Kerugian Negara Pada Kasus Impor Tekstil

Kejagung Usut Kerugian Negara Pada Kasus Impor Tekstil

Kejagung Usut Kerugian Negara Pada Kasus Impor Tekstil – Kejaksaan Agung akan  membawa kasus penyelundupan tekstil ilegal asal Tiongkok pada 2018-2020 ke ranah dugaan korupsi yang merugikan negara.

Sementara pengusutan kasus penyelundupan, ada di bawah kewenangan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan.

Untuk itu, pihaknya sudah meminta bantuan Komisi III DPR RI dan institusi penegak hukum lainnya supaya bisa mengusut kasus itu dan mengembalikan kerugian negara.

Sebagai kasus penyelundupan pertama yang ditangani, Korps Adhyaksa tidak menutup kemungkinan akan membongkar kasus-kasus lainnya yang sama.

Sekretaris Eksekutif API Rizal Tanzil Rakhman menyampaikan, pihaknya akan mengevaluasi pengawasan impor tekstil ke dalam negeri.

Asosiasi menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang. Dia ingin pemerintah akan memperketat pengawasan kepada proses impor tekstil.

Penangkapan Tersangka

Tersangka yang ditetapkan, yaitu Irianto yang adalah Pemilik PT Flemings Indo Batam Irianto dan PT Peter Garmindo Prima.

Irianto sudah ditahan selama 20 hari bersama dengan empat orang tersangka lainnya dari kalangan Pejabat Bea dan Cukai Kota Batam, Provinsi Riau.

Tersangka itu merupakan Mukhamad Muklas Kepala Bidang Pelayanan Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Kota Batam. Dedi Aldrian Kepala Seksi Pabean dan Cukai III pada KPU Bea dan Cukai Batam.

Berikutnya, Kepala Seksi Pabean dan Cukai I pada KPU Bea dan Cukai Batam Hariyono Adi Wibowo. Kamaruddin Siregar Kepala Seksi Pabean dan Cukai II pada KPU Bea dan Cukai Batam.

Sebelumnya, Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Pelayanan Utama Bea dan ukai Tanjung Priok, Jakarta Utara. Juga mendapatkan 27 kontainer milik kedua perusahaan itu  pada 2 Maret 2020.

Dari temuan itu, didapatkan ketidaksesuaian jumlah dan jenis barang antara dokumen PPFTZ-01 Keluar dengan isi muatan hasil pemeriksaan fisik barang. Jumlah kelebihan fisik barang untuk PT. PGP sebanyak 5.075 roll dan PT. FIB sebanyak 3.075 roll.

Di dalam dokumen pengiriman dikatakan kain itu berasal dari Shanti Park, Myra Road, India. Dan kapal pengangkut berangkat dari Pelabuhan Nhava Sheva di Timur Mumbai, India.

Tetapi faktanya, kapal pengangkut itu tidak pernah singgah di India dan kain-kain itu ternyata berasal dari Tiongkok.

Comments are closed.