Kereta Api Jadi Urat Nadi Pemulihan Ekonomi Nasional

Kereta Api Jadi Urat Nadi Pemulihan Ekonomi Nasional

Kereta Api Jadi Urat Nadi Pemulihan Ekonomi Nasional

Kereta Api Jadi Urat Nadi Pemulihan Ekonomi Nasional, – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, moda transportasi kereta api memiliki peranan penting sebagai urat nadi pemulihan ekonomi. Apalagi saat ini, kereta api menjadi moda transportasi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat dalam menjalankan aktivitas perekonomian.

“Transportasi kereta api menjadi penting karena sebagai urat nadi dari pemulihan ekonomi nasional untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Budi dalam webinar Transportasi Untuk Merajut Keragaman, Selasa.

Budi mengatakan, manfaat kereta api bagi pemulihan ekonomi nasional kian terasa pada era kebiasaan baru ini. Hal ini dibuktikan dengan masih tingginya pengguna moda angkutan transportasi baik KRL maupun MRT yang didominasi oleh pekerja informal.

Selain itu, kereta api juga berkontribusi besar bagi pertumbuhan sektor logistik. Menyusul semakin mudahnya proses distribusi barang ke tangan konsumen.

Begitu juga pada sektor pariwisata, dimana kereta api mampu menjawab kebutuhan wisatawan lewat kemudahan akses ke sejumlah destinasi wisata. “Maka Kereta api menjadi alat koneksivitas yang fundamental bagi aspek sosial dan ekonomi,” jelasnya.

Kendati demikian, ia meminta seluruh pengguna moda kereta api untuk kooperatif mengikuti ketentuan protokol kesehatan di era kebiasaan baru ini. Ketentuan ini demi melindungi pengguna maupun masyarakat luas dari paparan virus corona jenis baru atau Covid-19.

“Pemerintah hadir ajak semua pengguna agar senantiasa bersikap waspada, patuh, dan disiplin. Demi perjalanan kereta api yang lebih aman,” imbuh dia.

Budi menjelaskan, peran kereta api sebagai pemulihan ekonomi nasional didasari atas tingginya ketergantungan masyarakat akan transportasi ini. Buktinya, masih tinggi pengguna moda angkutan transportasi, baik KRL maupun MRT, pada era normal baru ini.

“KRL satu hari saja bisa lebih dari 1 juta pengguna. Karena pandemi kita batasi jadi 400 ribu, sisanya kita sediakan bus,” ujar Budi.

Ia menambahkan, kereta api juga berperan pada pertumbuhan sektor logistik, dalam pelayanan distribusi barang ke tangan konsumen. Transportasi ini diharapkan bisa menjadi pembangunan ekonomi di daerah.

“Kereta api menjadi alat konektivitas yang fundamental bagi aspek sosial dan ekonomi,” tandasnya.

Penumpang Membludak, KAI Kembali Operasikan KA Jarak Jauh

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI kembali menambah perjalanan Kereta Api (KA) Jarak Jauh dan Lokal secara bertahap.

Hal ini dikarenakan adanya peningkatan pelanggan sebanyak 60 persen di bulan Juli. Terdapat 7 KA Jarak Jauh yang kembali dioperasikan oleh KAI pada bulan Agustus ini.

7 Kereta Api Jarak Jauh tersebut diantaranya; KA Harina (Bandung – Surabaya Pasar Turi pp), Senja Utama Solo (Solo Balapan – Pasar Senen), Mataram (Pasar Senen – Solo Balapan), Matarmaja (Pasar Senen – Malang pp), Pasundan (Bandung Kiaracondong – Surabaya Gubeng pp), Wijayakusuma (Cilacap – Ketapang pp), dan Sawunggalih (Pasar Senen – Kutoarjo pp).

“Kereta Api tersebut kami jalankan kembali setelah melihat minat masyarakat yang terus tumbuh untuk menggunakan transportasi kereta api,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus dalam keterangan resmi, Senin.

Sampai dengan 2 Agustus 2020, KAI mencatat kenaikan 14 persen pada rata-rata jumlah perjalanan KA per hari. Yakni 178 KA perhari, lebih banyak dibanding Juli 2020 sebanyak 155 KA perhari.

Adapun sepanjang Juli 2020, KAI melayani 1.122.357 pelanggan. Jumlah ini naik 60 persen dibanding Juni sebesar 699.309 pelanggan.

Rinciannya, volume pelanggan KA Jarak Jauh pada Juli sebanyak 215.796 pelanggan. Naik 224 persen dibanding Juni sebanyak 66.687 pelanggan. Serta volume pelanggan KA Lokal pada Juli sebanyak 906.561 pelanggan, naik 43 persen dibanding Juni sebanyak 632.622 pelanggan.

Comments are closed.