Menkeu Klaim Perekonomian Membaik per Juni

Menkeu Klaim Perekonomian Membaik per Juni

Menkeu Klaim Perekonomian Membaik per Juni

Menkeu Klaim Perekonomian Membaik per Juni, – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan laju inflasi selama enam bulan ke depan akan ‘adem ayem’ alias tak mengalami inflasi tinggi. Pasalnya, sejumlah tantangan telah dihadapi pemerintah pada enam bulan pertama di tahun ini.

Ia menjelaskan, proyeksi tak adanya puncak inflasi di semester II 2017 berasal dari perhitungannya terhadap dua sisi, yaitu permintaan (demand) dan penawaran (supply).

Dari sisi permintaan, Sri Mulyani melihat, seharusnya tak ada kekhawatiran munculnya sentimen-sentimen baru yang mampu membengkakkan inflasi. Sebab, seluruh sentimen tersebut telah keluar pada semester I ini.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 5,32 persen pada kuartal II ini. Menteri Keuangan Sri Mulyani bahkan menyebut terjadi penurunan dalam pertumbuhan ekonomi yang cukup dalam pada bulan April dan Mei 2020. Namun, kata Sri Mulyani, ternyata perekonomian Indonesia sudah terlihat membaik sejak bulan Juni 2020.

“Kita lihat pada Juni, sudah terjadi ada pembaikan dari tren. Dan kita harap bisa dijaga pada kuartal III,” kata Sri Mulyani pada konferensi pers KSSK yang disiarkan secara daring, Rabu.

Perekonomian jeblok karena PSBB

Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akhir Maret lalu. Disebut Sri Mulyani sangat berpengaruh pada perekonomian Indonesia yang jeblok pada dua bulan selanjutnya.

Eks Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan akan terus menjaga ekonomi Indonesia agar tidak rendah. Salah satunya bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

“Langkah-langkah yang dilakukan otoritas fiskal oleh OJK dan LPS memperhatikan dinamika eknomi tersebut dan potensi dampak terhadap stabilitas sistem keuangan kita,” katanya.

Pengaruh perekonomian Tiongkok

Sri Mulyani menyebut turunnya perekonomian Indonesia sejak awal tahun lantaran ekonomi terbesar di dunia, Tiongkok mengalami kontraksi sangat tajam minus 6,8 persen.

“Dan itu pengaruh ke pertumbuhan ekonomi Indonesia di mana trading partner dan investasi sangat dipengaruhi kondisi ekonomi global dan regional termasuk ekonomi RRT yang lambat secara drastis akibat COVID-19,” kata Sri Mulyani.

Perekonomian yang lesu sejak awal tahun

Pada kuartal I, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat 2,97 persen. Penurunan ini sudah terlihat sejak kuartal I 2019 di mana saat itu perekonomian Indonesia tercatat 5,07 persen dan terus menurun pada kuartal selanjutnya hingga saat ini minus 5,32 persen.

Dalam dua tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia sempat menyentuh posisi tertingginya pada kuartal II 2018 di mana saat itu mencapai 5,27 persen.

Comments are closed.