Pajak Mobil Baru 0 Persen Ditolak Sri Mulyani

Pajak Mobil Baru 0 Persen Ditolak Sri Mulyani

Pajak Mobil Baru 0 Persen Ditolak Sri Mulyani

Pajak Mobil Baru 0 Persen Ditolak Sri Mulyani, – Wacana pemberlakuan pajak nol persen untuk mobil baru akhirnya kandas karena telah ditolak secara resmi oleh Menteri Keuangan. Kementerian Keuangan menolak rencana usulan pajak nol persen bagi pembelian mobil baru yang diusulkan Kementerian Perindustrian.

“Kami tidak mempertimbangkan saat ini untuk memberikan pajak mobil baru nol persen seperti yang disampaikan industri maupun Kementerian Perindustrian,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers online APBN KiTa.

1. Pemerintah fokus pada insentif pandemik

Dilansir https://bellasbreakfastlunch.com, Alasannya karena pemerintah masih fokus pada insentif yang diberikan pada industri terkait pandemik COVID-19.

“Setiap insentif yang diberikan kita akan evaluasi lengkap sehingga kita jangan berikan insentif di satu sisi yang berikan dampak negatif ke kegiatan ekonomi lain,” kata Sri Mulyani.

2. Awal mula usulan pajak mobil nol persen

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian sedang mengusulkan relaksasi pajak pembelian mobil baru sebesar 0 persen atau pemangkasan pajak kendaraan bermotor (PKB). Upaya ini diharapkan dapat menstimulus pasar sekaligus mendorong pertumbuhan sektor otomotif di tengah pandemik COVID-19.

“Kami sudah mengusulkan kepada Menteri Keuangan. Untuk relaksasi pajak mobil baru 0 persen sampai bulan Desember 2020,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melalui keterangan.

Menurut dia, upaya pemangkasan pajak pembelian mobil baru tersebut diyakini bisa mendongkrak daya beli masyarakat.

3. Tanggapan pengusaha

Marketing Division Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Attias Asril, menyatakan wacana relaksasi pajak nol persen untuk pembelian mobil baru justru akan membuat masyarakat menahan pembelian.

“Dengan pajak 0 persen, hari ini sedikit banyak ada dampak yang membuat orang menunggu. Apakah ini kebijakan akan jalan atau gak. Jadi membuat agak tertahan,” katanya secara virtual, Kamis, 1 Oktober 2020.

Karena itu ia meminta pemerintah segera memastikan kapan rencana relaksasi pajak 0 persen direalisasikan agar masyarakat yang ingin membeli mobil tidak lagi menunda-nundanya. Menurut dia kebijakan ini akan berdampak positif pada penjualan mobil.

“Bagi kami, tentunya ini akan berdampak terhadap daya beli, karena harganya turun maka penjualan akan naik,” kata dia.

Comments are closed.