The Fed Angkat Rupiah

The Fed Angkat Rupiah

The Fed Angkat Rupiah

The Fed Angkat Rupiah, – Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.090 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Selasa sore. Posisi ini menguat 25 poin atau 0,18 persen dari posisi sebelumnya yang berada di area Rp14.115 per dolar AS.

Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.155 per dolar AS atau menguat dari sebelumnya Rp14.228 per dolar AS.

Sementara, mata uang lainnya di Asia bergerak bervariasi. Tercatat, won Korea Selatan menguat 0,76 persen, peso Filipina 0,59 persen, ringgit Malaysia 0,12 persen, dan dolar Singapura 0,07 persen.

Di sisi lain, mayoritas mata uang di negara maju bergerak di zona hijau. Dolar Australia menguat 0,12 persen, dolar Kanada 0,02 persen, rubel Rusia minus 0,16 persen, franc Swiss 0,12 persen, dan poundsterling Inggris 0,33 persen.

Namun, dolar Hong Kong terpantau stagnan sore ini. Sementara, baht Thailand terlihat minus 0,21 persen dan rupee India terkoreksi 0,24 persen,

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan aset berisiko seperti rupiah secara global memang menguat hari ini. Penguatan didorong oleh stimulus yang diberikan oleh The Fed di tengah pandemi virus corona.

Sejak pandemi virus corona nilai Rupiah terus menurun sehingga keuangan di Indonesia melemah.

The Federal Reserve (The Fed), bank sentral AS, merilis program bantuan kepada usaha kecil dan menengah (UKM). Program berupa pinjaman itu dikenal dengan Main Street Lending Program.

Melalui bank-bank di AS, The Fed menyalurkan pinjaman kepada pelaku UKM yang kesulitan likuiditas.

Berbeda halnya dengan program perlindungan gaji atau Paycheck Protection Program, utang yang diambil tak dapat diputihkan dan pengusaha tak disyaratkan mempekerjakan kembali karyawannya.

Sebaliknya, pada program pinjaman ini, The Fed mengharuskan pengusaha berupaya mempertahankan karyawan mereka di tengah pandemi corona.

Artinya, pengusaha yang telah memberhentikan pekerjanya masih dapat megajukan permohonan pinjaman program Main Street tersebut.

Dalam mengakses program ini, pengusaha harus mendaftarkan utang kepada bank masing-masing yang ditunjuk sebagai bank jangkar (main street lenders).

The Fed akan membeli 95 persen dari setiap pinjaman yang diberikan berdasarkan fasilitas tersebut, termasuk yang dilakukan sebelum 10 Juni jika pinjaman berasal dari persyaratan sama. Langkah tersebut diambil demi mendorong bank memberi lebih banyak pinjaman.

Bank sentral AS baru saja meluncurkan program pembelian obligasi korporasi AS di pasar sekunder. “Untuk rupiah juga mendapatkan sentimen positif yang sama dari stimulus dari bank sentral AS,” ucap Ariston

Kendati begitu, pasar juga masih mewaspadai potensi gelombang kedua penyebaran virus corona di global. Pasalnya, jumlah kasus positif virus corona di tiap negara rata-rata masih meningkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *